Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

“ NUR SEBAGAI BUAH DZIKIR (1)”

اللهُم  َّصلِّ  علٰى  سَيِّدنا  مُحَمّدٍ  عبدِكَ  وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ •══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎══════•                🅐🅛 🅗🅘🅚🅐🅜 266-267  “ NUR SEBAGAI BUAH DZIKIR (1)”  قومٌ تسبِقُ انوارهُم اذكارهُم وقومٌ تسبِقُ اذكارهُم انوارهُم وقومٌ تتساوٰى اذكارهُم و انوارهُم وقومٌ لا اذكار ولا انوار. نعوذ بالله من ذالك. 266. “ Sebagian kaum ada yang Nur (ma'rifat)nya mendahului dzikirnya,  dan sebagian kaum dzikirnya mendahului Nur-nya, dan sebagian lagi kaum yang tidak berdzikir dan tidak punya nur.”  Na’udzubillahi-min-dzalik. Kaum yang Nur-nya mendahului dzikirnya yaitu : Maj-dzubuun atau Murooduun (orang yang langsung ditarik oleh الله bisa makrifat), mereka setelah mendapat nur makrifat lalu berdzikir, sedang kaum yang dzikirnya mendahului Nurnya yaitu para Salikuun atau ...